Memilih Hosting Sesuaikan Kebutuhan

By | December 28, 2011
Rate this post

Bagaimana Memilih Hosting? Setelah belajar blog dengan self hosted (wordpres.org) sekitar 1 tahun, kini saatnya memilih satu hosting yang pas di kantong dan pas diakses, dalam artian harga yang bisa dijangkau tapi aksesnya juga memuaskan.

Setelah pengalaman merasakan 4 lokasi penyedia hosting lokal (belum termasuk hosting gratisan),lama-lama capek juga pindah hosting dan menunggu maintenance hosting yang sering down. Selain dalam tahap belajar memilih hosting, ajurna juga masih belum cukup punya uang untuk membeli hosting yang tangguh. jadi paket yang ajurna pilih tidaklah besar, hanya space 100 – 250 MB dan harga antara 50 – 200 rb/tahun.


Expresi kalau hosting sering HTTP Error 504: Gateway Timeout

Banyak pengalaman yang ajurna dapat dari itu semua, mulai dari belajar cara pindah hosting, backup database, kena limit space, kena limit bandwidth, kena suspended karena memberatkan server, kena deface, dan yang terakhir ini sering HTTP Error 504: Gateway Timeout. Kalau dalam tahap belajar memang enak menemui masalah seperti di atas karena sekalian mencari solusinya, tapi jika sudah tahap untuk kerja rasanya sangat menjengkelkan.

Tips dari newbie yang berenjak dewasa, memilih hosting menyesuaikan kebutuhan :

  • Bagi pemula yang ingin mengenal lebih jauh tentang blog self hosted, pilihlah hosting lokal dengan harga yang terjangkau. serta janganlah memikirkan space dan bandwidth yang besar dulu, dan lebih baik sewa saja hosting lokal karena jika ada masalah atau tanya-tanya enak bahasanya. Sewa di tempat yang sudah terkenal supaya penjual hostingnya tidak kabur.

  • Bagi yang sudah merambah ke dunia bisnis melalui blognya, menggunakan hosting lokal adalah salah satu pertimbangan besar. Begitu juga saya, setelah mempunyai beberapa blog akhirnya pilihan menggunakan hosting luar lebih enak, walaupun harganya terdengar mahal tapi lebih hemat karena satu hosting bisa diisi banyak domain. Beda kalau hosting lokal satu hosting dibatasi 2-5 blog saja.

    Selain itu kemungkinan terkena limit space maupun limit bandwidth sangat kecil. Tapi salah satu pertimbangan adalah pembayarannya tidak ada yang memakai transfer bank (bank rupiah). Jadi harga yang disebutkan berupa dollar dan pembeliannya juga belupa dollar yaitu transfer via Paypal.

Mungkin cukup ini dulu tulisan saya, untuk bagaimana pengalaman ajurna menggunakan hosting luar dan dimanakah sewa hosting tangguh itu akan saya bahas dikemudian hari.